Ekologi Kesehatan: Manusia itu sistem alam yang memiliki homeostasis. Manusia bisa sehat tanpa sakit tanpa obat.     Kok nggak mau???????????????        Ayolah, kita coba..... Tapi ada syaratnya dong.......
Jajak Pendapat
Setujukah anda menyumbang dana untuk menyelamatkan hutan?
Shout Box

Dikirim oleh: Dani,
tanggal : 14 Juni 2015
pukul: 07:25:45

Kapan bukunya terbit? Itu lho yang Ekologo Kesehatan


Dikirim oleh: Mhsw Prof. Djoko,
tanggal : 14 Mei 2015
pukul: 01:42:49

tanggal 05 Mei 2015 pukul 20 50 55 Selamat atas gelar Doktor di UGM yg dibimbing Prof Djoko Marsono kpd Dr Dwi Hastuti Dr Agus Budi Santoso Dr Gerson Njurumana Dr Ai Yuniarsih Dr.Herman Harijanto


Dikirim oleh: Staf Fak Kehutanan UGM,
tanggal : 14 Mei 2015
pukul: 01:19:50

Selamat menjadi Doktor Program S3 Ilmu Kehutanan dibawah bimbingan Prof Djoko Marsono Dr Ambar Kusumandari Dr Tri Mulyaningsih Dr Natalsen Basna Dr Iman Suromenggolo dan Dr Soewarno HB


Dikirim oleh: Lab Ekologi Fak Kehutanan UGM,
tanggal : 08 Mei 2015
pukul: 06:05:01

Selamat atas wisuda program S3 Doktor Ilmu Lingkungan UGM bimbingan Prof Djoko Marsono: Dr Dewi Rahyuni, Dr Nasirudin, dan Dr Sosilowati


Dikirim oleh: Lab Ekologi Fak Kehutanan UGM,
tanggal : 05 Mei 2015
pukul: 20:50:55

Selamat atas wisuda Doktor Di UGM yg dibimbing Prof Djoko Marsono kpd: Dr Dwi Hastuti Dr Agus Budi Santoso Dr Gerson Njurumana Dr Ai Yuniarsih


Dikirim oleh: Darman,
tanggal : 17 Oktober 2009
pukul: 03:25:01

Hai Teman-2 MKSDAL marilah kita mulai dari diri kita untuk memulai pola hidup sesuai dengan kaidah alam, agar jiwa dan lingkungan kita tetap sehat, dan alam tidak murka



Ditulis oleh: Djoko Marsono Fakultas Kehutanan UGM, tanggal Publikasi: 03 Juni 2015 / 00:38 WIB

KONSERVASI OH.....KONSERVASI

Bahan renungan bagi rimbawan. Kapan konservasi ini bisa menjalankan hakekat konservasi itu sendiri?

  KONSERVASI,    OH...... KONSERVASI

(Renungan buat rimbawan)

 

Oleh

 

Djoko Marsono

 

Menurut Undang-undang No 5 tahun1990, konservasi sumber daya alam hayati diartikan sebagai pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Makna pengertian konservasi ini tidak jauh berdeda dengan yang dikemukanan oleh beberapa ahli yang antara lain adalah penggunaan sumber daya alam untuk kebutuhan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (Am Dict), alokasi sumber daya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982), manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia untuk kualitas kehidupan manusia yang meningkat (IUCN, 1968) dan manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga memberikan keuntungan besar dan dapat diperbaharui untuk generasi yang akan datang (WCS, 1980).

Dalam praktek yang berjalan sekarang aktivitas konservasi nampak tertuang pada setiap Rencana Pengelolaan dan Laporan Tahunan di setidaknya setiap taman nasional. Secara normatif makna yang tertulis dalam rencara tersebut seakan akan telah memenuhi arti atau tugas pokok yang dibebankan pada konservasi. Namun kenyataannya aktivitas konservasi terasa lebih banyak pada program-program yang bersifat pengelolaan, seperti menjaga kawasan, patrol kawasan, urusan ekowisata, pemberdayaan masyarakat, sdm, administrasi dll. Kegiatan ini memang tidak salah, namun jika dirasakan seakan tidak berbeda dengan penggunaan kawasan yang lain. Karena di kawasan lain di luar kawasan konservasi juga melakukan kegiatan seperti ini. Kemudian pertanyaannya adalah dimana aktivitas hakiki konservasi itu yang membedakan dengan aktivitas di kawasan lain di luar kawasan konservasi? Masih sulit kiranya mencari aktivitas konservasi yang menuju ke hakekat konservasi. Atau kalau boleh diistilahkan dengan perekayasaan konservasi (conservation engineering?), sehingga makna konservasi akan lebih bermakna karena ada nilai tambahnya disbanding kawasan lain. Kalau sekarang materi ini belum tersentuh kemudian siapa yang harus melakukan?

Kegiatan konservasi mestinya lintas batas apapun bahkan Negara sekalipun, karena itu konservasi mestinya bicara untuk kemaslahatan umat manusia. Manfaat konservasi mestinya bisa dirasakan umat manusia di dunia ini terlepas apapun bangsanya. Karena itu insane konservasi mestinya insane yang berjiwa mulia bukan saja menarget koin tetapi juga jannatun naim atau surga jaminannya. Tetapi sekarang masih sulit orang bicara perekayasaan konservasi (conservation engineering?) banyak orang lebih suka tentang pengelolaan konservasi saja termasuk juga perguruan tinggi. Perhatian semua orang, kurikulum konservasi, dan pendidikan konservasi (baik tingkat S1, S2 dan S3) banyak yang berkutat pada aspek pengelolaan. Lalu siapa, dan kapan akan mulai ??????

 

 

 



Komentar Pengunjung

Pengunjung :
Email :
Komentar :

Belum ada komentar!